Nissan dan Mitsubishi Investasi Rp 13 Triliun untuk Mobil Listrik Renault

Liputan6.com, Jakarta – Nissan dan Mitsubishi siap mengalokasikan dana sebesar 800 juta euro atau setara Rp 13 triliun untuk mengembangkan mobil listrik Renault Ampere. Rencananya dana tersebut akan digunakan untuk melakukan penelitian kendaraan ramah lingkungan di Eropa.

Aliansi baru antara ketiga produsen mobil ini akan lebih kecil, lebih pragmatis dan fokus pada kerja sama regional, menurut Reuters.

Sementara itu, Nissan akan menjadi investor strategis di Ampere, menurut pernyataan aliansi. Makoto Uchida, CEO Nissan, mengatakan kepada wartawan, menambahkan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan inovasi dalam perangkat lunak dan konektivitas kendaraan listrik di pasar non-Eropa.

“Menyediakan kendaraan listrik ke seluruh dunia saja akan menjadi tugas yang sangat sulit,” katanya.

Ampere sendiri akan mengembangkan dan memproduksi Nissan Micra atau March versi listrik yang akan dijual di pasar Eropa.

Sedangkan untuk Mitsubishi sendiri, versi roda empat bertenaga baterai akan dikembangkan untuk SUV tersebut, karena pabrikan “triple diamonds” sudah berpengalaman di segmen tersebut.

CEO Renault Luca de Meo mengatakan Ampere akan memotong biaya Nissan untuk Micra sebesar 50%. Mitra aliansi juga menegaskan bahwa proyek bersama ini juga akan berlanjut di Amerika Latin dan India.

Nissan Motor berencana memangkas hingga 60% jenis mesin untuk kendaraan yang memulai debutnya pada tahun 2028 dan seterusnya. Nissan saat ini sedang mengembangkan 10 jenis mesin bensin untuk berbagai jenis kendaraan.

Menurut Nikkei Asia, mulai peluncuran model baru pada tahun 2028, Nissan akan fokus pada empat jenis mesin bensin untuk kendaraan hybrid merek e-Power, yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.

Oleh karena itu, pengembangan mesin mobil berbahan bakar bensin baru pada dasarnya pasti akan gagal.

READ  Aturan dan Regulasi Pemerintah Terkait Kendaraan Listrik yang Perlu Diketahui

Namun, karena kendaraan berbahan bakar bensin akan tetap berada di lini produknya, perusahaan akan terus memproduksi mesin untuk kendaraan tersebut.

Di Amerika Serikat, dimana permintaan terhadap truk pikap dan kendaraan bertenaga bensin lainnya tinggi, Nissan berencana untuk meningkatkan mesin yang sudah ada dibandingkan mengembangkan mesin baru.

Nissan ingin 55% jajaran kendaraannya menjadi kendaraan listrik pada tahun fiskal 2030 dan akan meluncurkan 27 model EV baru.

Nissan juga akan menyederhanakan pengembangan kendaraan baru untuk mempersiapkan investasi besar dalam upaya elektrifikasi.

You May Also Like

About the Author: Dea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *